hot photo

Foto - Foto Hot Marika Fruscio !!!













0 komentar:

berita malam,

Cungkok Lebih Hot - Amoy Singkawang KW 2


Sejumlah tempat hiburan di Jakarta mulai menggeliat dua pekan pasca Lebaran. Wanita pekerja malam pun ikut menyemarakkan lokasi hiburan, termasuk pekerja seks asal China (sering disebut Cungkok).
Kehadiran puluhan pramunikmat impor asal China yang rata-rata berusia 17 hingga 25 tahun ini lebih meriah ketimbang penjaja cinta manca negara lain seperti Uzbekhistan, Thailand dan Vietnam.
Hampir sebagian besar para Cungkok yang beroperasi di Jakarta berasal dari Fujian, salah satu propinsi terminus di pesisir China.
Di kawasan ini, hal yang wajar jika anggota keluarga mereka berprofesi sebagai pelacur, yang penting mendatangkan keuntungan (uang). Dengan menyebarnya ribuan Cungkok hampir keseluruh dunia, tentu saja menghasilkan devisa besar bagi pemerintah China. ” Mereka
tidak saja ada di Jakarta, juga menyebar ke Singapura, Malaysia, Philipina, Eropa, dan Benua Afrika, ” kata sumber Pos Kota di tempat hiburan malam.

Sumber Pos Kota mengatakan untuk satu Cungkok yang ada di Jakarta, mampu menghasilkan uang puluhan juta per bulan. Perhitungan ini didasarkan pada tarif sekali kencan Rp 1,5 juta, padahal semalam bisa melayani tiga atau empat tamu. Tak heran, jika satu Cungkok bisa mengirim uang kepada keluarganya di China sekitar Rp 10 juta per bulan.
Kalau jumlah Cungkok di Jakarta 4000 orang, devisa yang masuk ke negeri Tirai Bambu itu sekitar Rp 40 milyar per bulan. Ini baru dari Indonesia. Belum lagi dari negara lainnya.
Keberadaan pelacur asal China itu bisa terlihat jika mendatangi lokasi tempat hiburan malam di Diskotek S Jalan Hayam Wuruk, Ma di Jalan Gajahmada, Jakarta Pusat, Hotel Al Jalan Lodan, Jakarta Utara, Sumo Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Sa di Jalan Gunung Sahari, Mangga Dua, Jakarta Utara. Kemudian Diskotek Mil di Lokasari, Jakarta Barat, Hil di kawasan Kota, Jakarta Barat, Tem di Penjaringan, Jakarta Utara, Cr di Glodok, Jakarta Barat, dan Hotel Cla, Sawah Besar, Jakarta Pusat serta di sejumlah tempat hiburan lain di Jakarta.

Masuk Keluar 69 yang menemui seseorang mantan papi Cungkok bernama Fuk di salah satu tempat hiburan malam memperoleh banyak masukan soal keberadaan dan sepak terjang para Cungkok tersebut. Diperkirakan ada 4000 Cungkok yang mencari nafkah di Jakarta. Dalam waktu tertentu, oleh germo, mereka dikirim ke Bandung, Surabaya, Bali, dan Medan.
Menurut Fuk, fenomena pelacur asing seperti Cungkok, Uzbek dan lainnya tidak lain akibat kompetisi yang ketat dalam bisnis hiburan malam. Memperjualbelikan hasrat seksual dirasa jadi pilihan yang mudah untuk mengeruk untung, meskipun ilegal.
Menurut Fuk, yang berusia sekitar 53 tahun ini, kehadiran para pelacur impor di sebuah tempat hiburan, ikut menentukan ramainya pengunjung dan penggemar hiburan malam.
Fuk yang pernah menggeluti hiburan malam sejak tahun 1985 ini menuturkan, kehadiran para pekerja seks asing sudah ada sejak tahun 1990an. Keberadaan mereka saat itu disamarkan sebagai penyanyi atau
penari. Para pemilik club malam selalu menyuguhkan sajian plus berupa dancer dan penyanyi dari daratan China. Selain menyanyi atau menari, saat itu, mereka ditengarai juga diberi job tambahan melayani nafsu seks pria.


Kehadiran para Cungkok tidak lepas dari para agen yang punya jaringan di sejumlah negara lain seperti Malaysia, RRC, Singapura, dan Eropa. Sindikat ini memanfaatkan celah, semua dokumen visa misalnya diatur menggunakan kode 451, sebagai penyanyi atau musisi untuk memudahkan lolos masuk ke Indonesia.
Setelah masuk, profesi dialihkan menjadi pelacur terselubung dengan
menyamar sebagai karyawati panti pijat plus.

Keuntungan yang dihasilkan dari bisnis pelacur impor ini sangat menggiurkan. Secara hitungan sederhana saja seorang Cungkok dengan tarif sekali kencan Rp 1, 5 juta dan jika dapat tiga tamu, berarti meraup uang Rp 4,5. Hanya saja, mereka hanya dapat bagian 30 persen.
Sisanya dibagi antara sang agen dan pengusaha hiburan malam. “Bayangkan jika pengusaha hiburan punya 20 cungkok, berapa mereka meraup keuntungan. Sudah pasti belasan hingga puluhan juta rupiah,” ujar Fuk.


“Sudah bukan rahasia, terutama bagi aparat terkait, kehadiran pelacur asing ini dikendalikan jaringan profesional antarnegara. Namun sepertinya ada tembok yang sulit ditembus untuk mengungkap sindikat tersebut,” ucap Fux.
Asal mula wanita etnis China yang benar-benar menjadi pekerja seks di Jakarta tadinya berasal dari Singkawang, Kalimantan Barat. Sayangnya amoy lokal ini tak begitu diminati, malah tergusur dengan masuknya Cungkok pada awal tahun 2000.
Seingat Fux, pada tahun 2004, data yang dia perolah dari kantor imigrasi, pelacur asing yang bekerja di tempat hiburan di Jakarta sekitar 2000 orang. Kini jumlahnya terus bertambah mencapai 4000 orang.
Wajah-wajah mereka digelar pada beragam lokasi hiburan. Seperti di Hotel Al di Jalan Lodan, Jakarta Utara. Di lantai 7 hotel ini,
puluhan Cungkok berdandan seksi dipajang dan siap melayani tamu.
Diceritakan Fuk, kalimat Cungkok berasal dari kata chung yang artinya pusat dan kuok yang artinya negara. Jika diartikan ‘pusat atau negara kegiatan’, karena Cungkok asalnya dari China.

Sedangkan daerah kerja Cungkok di Jakarta tidak merata. Umumnya mereka beroperasi di klub dan massage center berbintang yang berada di sebagian kawasan Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.
Untuk kawasan Jakarta Timur dan Selatan hampir tidak ada.


Fuk yang kini menjadi papi cewek lokal, memberi alasan mengapa konsumen lebih tertarik pada Cungkok. Di antaranya karena tarif relatif terjangkau. Untuk sekali kencan dengan cewek asal China daratan ini hanya merogoh kocek antara Rp1.250.000, – hingga Rp1,6 juta , sudah termasuk kamar.
Dengan membayar seharga tersebut, petualang seks atau biasa disebut user tak perlu lagi memikirkan biaya lain serta tempat melepaskan hajat seksualnya. Semuanya tersedia dalam satu tempat.
Sedangkan berkencan dengan wanita asal Thailand menurut Fuk, bertarif Rp 2,5 juta dan wanita Uzbekistan Rp 3,5 juta. Padahal harga tersebut hanyalah untuk kencan short time.
Sumber lain menyebutkan, bentuk fisik dan pelayanan wanita Cungkok dianggap lebih menarik. Kulit mereka yang putih, mulus dan bersih tanpa bercak, menjadi daya tarik tersendiri, ditambah suara dan teriakan yang mereka keluarkan saat bercinta, diakui memberi sensasi tersendiri bagi user.
Cungkok juga dianggap lebih menguasai teknik bermain seks sehingga lebih mampu memuaskan laki-laki yang menggunakan jasa mereka. “Boleh jadi mereka memahami dan mempraktekkan seni seks ala Tao,” ujar seorang pengusaha hiburan yang sempat berurusan dengan petugas imigrasi karena dituduh pemasok wanita penghibur asal Tirai Bambu.
Banyaknya pelacur asing yang mencari nafkah, dengan berkedok visa kunjungan wisata, menandakan tidak seriusnya aparat terkait mengambil tindakan tegas terhadap pengusaha hiburan yang melanggar.
Kehadiran cewek Cungkok yang memberikan keuntungan menggiurkan memunculkan ide baru dalam bisnis esek- esek.
Fenomena yang terjadi, kini ditemukan adanya Cungkok oplosan.
Cungkok yang dipoles ini berasal dari Singkawang dan Pontianak, Kalimantan Barat.

Tidak jarang para tamu tertipu dengan pelayanan tersebut. Dengan berpura-pura tidak bisa berbahasa Indonesia, amoy asal Singkawang ditawarkan dengan tarif bervariasi mulai dari Rp 600 ribu sampai jutaan rupiah.
Bagi orang awam memang sulit membedakan Cungkok asli dan amoy Indonesia. Bagi sebagian orang yang sering menikmati pelayanan tersebut, Cungkok asli dari China memiliki ciri-ciri khusus. “Saya bisa membedakan warna kulit mereka, bau badan, gaya berpakaian, apalagi logat mandarinnya, ” papar Robin, salah seorang tamu diskotek di kawasan Mangga Besar.
Ciri khas Cungkok, kata Robin, warna kulitnya putih lobak, bukan kekuningan. Bau badannya berbeda, karena mereka banyak makan bawang putih. Sedangkan pemilihan corak pakaian terkesan lebih kuno dan biasanya ada hiasan renda.

Selain ciri-ciri tersebut, biasanya para tamu mempunyai strategi khusus untuk mengecek Cungkok atau bukan. “Jangan percaya terhadap cewek yang disebutkan Cungkok. Jika saat memandu karaoke ternyata Cungkok fasih menyanyikan lagu pop Indonesia yang sedang ngetrend seperti lagunya Samsons, Ungu, Radja, dan grup musik muda lainnya, berarti itu Cungkok palsu, ” kata Robin.
Menurut Robin, keberadaan cewek cungkok di sini cuma dalam hitungan minggu atau bulan sehingga mereka sangat asing dengan lagu baru Indonesia. Cungkok asli banyak keliaran di tempat hiburan papan atas. ” Jika yang terlalu lama di Indonesia dan sudah tidak diminati lagi, mereka mencari tamu di tempat hiburan kelas bawah, ” ujar Robin.
Pada umumnya cewek Cungkok yang berkedok sebagai lady escord di karaoke maupun singing hall, lebih banyak beroperasi pada sore hingga tengah malam. Pada siang harinya, mereka berada di tempat penampungan, seperti ruko, rumah kontrakan, apartemen, dan di kamar hotel

0 komentar:

cerita seks

Dapat Kesempatan ML dengan Cewek SMA Seksi Idola ku


 
Mula mula gue ingin memperkenalkan diri sebelum memulai cerita seks ini. Nama gue Daron. Gue ada kesempatan belajar di Malaysia karena ayah gue bekerja di sana. Ketika itu gue berumur 15-16 kira-kira kelas 1 SMA. Pertama kali masuk skolah ada upacara bendera.
Waktu lagi kenalan ama temen-temen baru ada cewek SMA seksi datang dari arah pintu gerbang dengan terburu-buru, soalnya semua murid sudah berbaris. Gue liatin tuh cewek SMA seksi ..”OK jugak nih..”. Setelah gue tanya temen gue ternyata die kakak kelas. Umurnya 17an kira-kira kelas 3 SMA. Namanya Molly.
“Cute juga nama doi”.
Tiba -tiba dari belakang ade rekan sekelas megang bahu gue.
“Ngapain loe nanyain tentang kakak gue?”.
Buset dah, kaget gue. Gue cuma takut dipukulin soalnya die ‘gangster’ di sekolahan.
“Ah..enggak kok. Nanya doank” kata gue dengan gementar.
Balik dari sekolah gue terus ngebayangin tuh cewek SMA seksi . Gue nggak bisa ngilangin die dari pikiran gue. Gila cantik banget. Bibirnya yang kecil dan tipis, buah dadanya yang montok (mungkin boleh dibilang lebih besar dari ukuran teman sebayanya), betisnya yang putih dan mulus, pokoknya absolutely perfect. Gue cuma bisa ngebayangin kalo-kalo die mau ama gue.
Di suatu pagi yang cerah (gue belajar kalimat kayak gini waktu kelas 4 SD), gue ama nyokap pergi ke deretan toko-toko di deket rumah. Maksudnya sih mau nyari toko musik, soalnya gue mau belajar main gitar.
Setelah kira-kira 1 bulan baru gue tau bahwa guru gitar gue sama ama adiknya Molly si cewek SMA seksi . Terus guru gue tu nyaranin kita berdua ngadain latihan bersama di rumahnya. Gue girang banget. Mungkin ada kesempatan gue ngeliatin wajah cantik kakaknya. Yah.. walaupun kagak “buat” ngeliat wajahnya juga udah cukup.
Waktu liburan semester adiknya (biar lebih gampang gue tulis Jason) ngundang gue ke rumahnya untuk latihan gitar barengan. Terus gue tanya ada siapa aja di rumahnya. “Gue ama kakak gue doank kok” jawabnya.
Wah.. berdebar-debar nih rasanya. Tapi gue juga rasa diri gue sendiri bodoh. Soalnya die aja kagak kenal gue, malahan cuma ngobrol sekali-sekali melalui chatting. Tapi gue ngak peduli. Jason sebenarnya belom mastiin kapan gue bisa dateng ke rumahnya.
Tapi gue ngak peduli dateng ke rumahnya hari itu karena gue cuma ada waktu hari itu. Sampai di depan pagarnya gue neken bell. Kelihatannya sepi. Tiba-tiba pagar terbuka (pagar automatik nih) terus kakaknya muncul.
“Nyari siapa?”.
“Jason” gue bilang.
“Wah, maaf, Jasonnya nggak ada tuh.”
Wah.. sekarang baru gue sadar suara Molly ternyata lembut lagi ‘cute’.
“Oh.. ya udah, terima kasih.”
Gue muterin badan gue, belagak mau pergi gitu. Tiba-tiba suara yang lembut itu terdengar lagi.
“Eh.. nggak masuk dulu? Daripada capek bolak-balik mendingan tunggu di sini.”
Wah!! Peluang emas!
Terus gue masuk dan dihidangin minuman dingin ama Molly si cewek SMA seksi . Terus dia duduk dihadapan gue ngajakin gue ngobrolin sesuatu. Dalam sekelip mata, pemandangan di depan gue menjadi sangat indah. Kebetulan dia memakai baju T-Shirt tipis dan skirt pendek jadi gue bisa ngeliat bahagian pahanya yang putih mulus. Sekali-sekala gue ngelirik ke bagian dada dan pahanya. Gue rasa sih dia tau tapi dia belagak nggak peduli.
“Kapan Jason balik?” tanya gue.
“Nggak tau kayaknya sih nanti jam 6”
Gue ngelirik jam tangan gue. Sekarang jam 2 petang.
Kira-kira selama 15 menit kami ngobrol kosong. Tiba-tiba ntah gimana jam di meja sebelahnya jatuh. Kami terkejut dan dia terus membereskan benda-benda yang berselerak. Dari belakang gue bisa ngeliat pinggulnya yang putih mulus.
Tiba tiba jeritan kecilnya menyadarkan lamunan gue. Ternyata jarinya terluka kena kaca. Naluri lelaki gue bangkit dan terus memegang jarinya. Tanpa pikir panjang gue isep aja darah yang ada di jarinya. Waktu darahnya udah beku gue mengangkat wajah gue. Ternyata selama ini die ngeliatin gue. Tiba-tiba dia ngomong
“Ron, kok lu ganteng banget sih?”
Gue hanya tersipu-sipu. Terus gue diajakin ke tingkat atas untuk ngambil obat luka. Waktu duduk di sofa, gue usapin aja tuh ubat ke jarinya. Tiba-tiba datang permintaan yang tidak disangka-sangka.
“Ron, cium gue dong, boleh nggak?”.

Gue bengong doank nggak tau mo jawab apaan. Tapi bibirnya udah deket banget ama bibir gue. Langsung gue lumat bibir mungilnya. Dia memejamkan matanya dan gue nyoba untuk mendesak lidah gue masuk ke dalam mulutnya.
Dia membalas dengan melumat bibir gue. Tanpa sadar tangan tangan gue udah merayap ke bagian dadanya dan meremas-remas payudaranya yang montok dari luar pakaiannya. Dia mendesah lirih. Dan mendengarnya, ciuman gue menjadi semakin buas.
Kini bibir gue turun ke lehernya dan kembali melumat dan menggigit-gigit kecil lehernya sambil tangan gue bergerak ke arah skirt pendeknya dan berusaha meraba-raba pahanya yang putih dan mulus. Tiba-tiba tangannya membuka resleting celana gue dan coba meraih anu gue. Gue semakin ganas.
Gue elus-elus celana dalamnya dari luar dan tangan gue satu lagi meremas-remas payudaranya yang montok. Dia mendesah dan melenguh. Akhirnya gue berhenti melumat bibir dan lehernya. Gue coba melepaskan t-shirtnya yang berwarna pink. Tetapi tangannya mencegah.
“Ke kamar gue aja, yuk!”
Ajaknya sambil menuntun tangan gue. Gue sih ikut aja. Gue kunci pintu kamarnya dan langsung gue raih t-shirtnya hingga dia hanya mengenakan bra putih dan skirt birunya. Gue kembali melumat bibirnya dan coba membuka kaitan branya dari belakang.
Sekarang die bener-bener telanjang dada. Langsung gue lumat payudaranya. Gue remas-remas dan gue jilatin puting kiri dan kanannya. Tanpa disadari dia mengerang.
“ummh..ahh..!”
Gue malah lebih bernafsu. Tiba-tiba tangannya yang lembut meraih penis gue yang sangat besar. Kira-kira 14 cm panjangnya. Dia langsung mengelus-elus dan mulai mengocok penis gue itu. Gue mengerang
“Ahh..Molly..terusin..ahh!”
Kira-kira 15 menit gue melumat payudaranya. Sekarang gue nyoba ngebuka skirt hitamnya. Setelah terlepas gue tidurin dia di ranjang dan kembali melumat bibirnya sambil mengusap-usap vaginanya dari luar CDnya dan tangan gue yang satu lagi memelintir puting payudara kanannya.
“Ahh.. Daron.. ummhh!” Erangnya.
Akhirnya kami berdiri. Dia melepaskan baju dan celana gue dan meraih penis gue yang sangat tegang. Dia nyuruh gue duduk. Terus dia jongkok di depan gue. Dia nyium kepala penis gue dan menjilatnya. Kemudian die berusaha mengulum dan menghisap penis gue yang besar. Gue mengerang keenakan.
“Ummhh..Molly..!!”
Akhirnya gue nggak tahan dan menyuruhnya berhenti. Gue nggak mau keluar terlalu awal. Terus perlahan-lahan gue lepasin celana dalam putihnya dan memandang sebuah lubang berwarna merah jambu dengan bulu-bulu yang halus dan tidak terlalu banyak di sekelilingnya.
Langsung gue tidurin dan gue kangkangin kakinya. Kelihatan vaginanya mulai merekah. Gue yang udah nggak tahan terus menjilati dan menghisap-hisap bahagian selangkangan dan menuju ke arah vaginanya. Gue isep dan jilatin klitorisnya. Molly menggelinjang keenakan sambil mendesah dan mengerang.
“Awwhh.. uhh.. Darroonn..!!
Tiba tiba orgasme pertamanya keluar. Tubuhnya menggelinjang dan dia menjambak rambut gue dan sprei di ranjangnya.
Kemudian gue melebarkan kedua kakinya dan mengarahkan penis gue ke arah lubang kenikmatannya. Sebelum gue masukkin gue gesekin dulu penis gue di pintu lubang vaginanya. Dia mendesah kenikmatan.
Akhirnya gue dorong penis gue ke dalam vaginanya. Terasa agak sempit kerana baru 1/3 dari penis gue masuk. Perlahan-lahan gue tarik lagi dan gue dorong sekuat-kuatnya. Ketiga kalinya baru berhasil masuk sepenuhnya.
“Aawwhh..sakit, Ron!!”
Dia mengerang kesakitan. Maka gue berhenti sejenak nunggu rasa sakit dia hilang. Akhirnya gue mulai bergerak maju mundur. Semakin lama gerakan gue semakin cepat. Terasa penis gue bergesekan dengan dinding vaginanya. Kami berdua mengerang kenikmatan.
“Ahh..Molly..enakk!!”
“Mmhh..awwhh..Ron, terus, cepet lagi!”
Gue semakin bernafsu dan mempercepat genjotan gue. Akhirnya dia menjerit dan mengerang tanda keluarnya orgasme ke dua. Lantas kami berdiri dan gue puter badannya hingga membelakangi gue (doggy style).
Gue tundukkin badannya dan gue arahin penis gue ke arah vaginanya dan gue genjot sekali lagi. Kedua payudaranya berayun-ayun mengikut gerakan genjotan gue. Gue pun meremas-remas pantatnya yang mulus dan kemudian ke depan mencari putingnya yang sangat tegang. Kami berdua banjir keringat.
Gue puter putingnya semakin keras dan payudaranya gue remas-remas sekuat-kuatnya.
“Ahh, Daron..gue pingin keluar..!!” jeritnya.
Terus gue percepat gerakan gue dan die menjerit untuk orgasmenya yang kali ketiga. Gue pikir-pikir gue ni kuat juga ya.. Tapi gue juga merasa mo keluar sekarang. Gue nggak sampai hati ngeluarin sperma gue di vaginanya.
Langsung gue cabut penis gue dari vaginanya dan gue puter badannya. Gue arahin penis gue ke mulutnya yang langsung mengulum dan melumat penis gue maju mundur. Gue mengerang kenikmatan
“Akhh..Mol, gue keluar..!!”
Gue semburin sperma gue didalam mulutnya dan ditelannya. Sebagian mengalir keluar melalui celah bibirnya. Terus penis gue dibersihin dan dijilatin dari sisa-sisa sperma. Kemudian gue ngeliat jam di meja. Pukul 5.30!! Mati kalau nggak cepet-cepet. Selepas kami memakai baju semula dia ngucap terima kasih ke gue.
“Makasih, Ron! Belum pernah gue ngrasa sebahagia ini. Sebenarnya dari pertama kali gue ngeliat loe gue udah suka” Katanya.
“Oh, emang mungkin jodoh kali soalnya waktu ngeliat loe di gerbang sekolah gue juga udah suka.” kata gue.
“Tapi gimana dengan adik loe?”
“Nggak apa-apa, dia juga nggak bakalan marah. Adik gue bentar lagi datang. Jadi latihan bareng nggak?”
“Nggak, ah. Males, udah letih latihan tadi” kata gue sambil tersenyum.

Dia pun balas tersenyum. Akhirnya gue balik rumah dengan perasaan gembira. Mimpi gue udah tercapai.

0 komentar:

cerita seks

Dua Kakak Beradik Cantik Yang ketagihan Di Entot Kemaluan Besarku

Waktu itu sudah malam, sekitar pukul 9. Saya dan Mirna baru saja menyelesaikan babak ketiga pertandingan antar jenis kelamin kami yang sudah sekian kali kami lakukan. Kami ada di rumah Mirna, suami Mirna, Andre, sedang tidak berada di rumah, dia pergi tugas luar kota lagi. Sementara istri saya ada di rumah, saya punya banyak alasan kalau dia bertanya macam-macam.
“Mas Vito, aku kok kayaknya nggak pernah bosen ya ‘ngewe’ sama kamu…” kata Mirna.
“Lha, memangnya kalo sama Andre, bosen..? Kan dia suamimu,” jawab saya agak gr.
“Bukannya gitu. Kalo sama Mas Andre gayanya itu-itu saja, dan lagi kontolnya Mas Andre kan nggak sebesar punya Mas Vito,” jawab Mirna jujur sambil mengurut batang kemaluan saya yang kembali mengeras.
“Ndak boleh gitu lho Mir. Andre itu kan suamimu, dia baik lagi. Tapi, masa bodo lah, yang penting memek istrinya enak banget. Ya sudah ‘ngentot’ lagi yuk, mana toketmu, sini, aku mau ‘nenen’..!” Ketika kami mau mulai babak keempat, Vina, anak Mirna yang jadi sering melihat maminya di ‘acak-acak’, masuk ke kamar.
“Mi, masih main kuda-kudaan ya..? ” tanyanya polos.
“Iya, baru mau main lagi, kenapa Vin..? kata Mirna.
“Vina mau bobo, tapi Vina takut, temenin Vina ya Mi, Om Vito main kuda-kudaanya di kamar Vina aja ya..!” pintanya penuh harap.
Ya sudah, akhirnya saya dan Mirna pindah arena ke kamarnya Vina. Sambil masih bertelanjang bulat, kami berusaha menina-bobokan Vina yang katanya tidak kangen sama papinya, dia malah menganggap saya papi kandungnya. Baru sekitar 10 menit si Vina tertidur dan 3 menit si Mirna menghisap batang kemaluan saya, telephone di kamar Mirna berdering.
“Mas, aku ngangkat telephone dulu ya, kali aja dari Mas Andre.” kata Mirna.
“Ya, jangan lama-lama..” jawab saya.
Setelah hampir 5 menit, Mirna balik lagi ke kamar dengan wajah bingung.
“Mas, adikku mau kesini. Dia sudah ada di depan komplek. Gimana nih..?” kata Mirna.
“Siapa..? Si Rere..? Dia bareng suaminya nggak..?” tanya saya berusaha tidak panik.
“Nggak sih, kan dia lagi pisah ranjang sama Gery. Sudah 4 bulan ini.” jawab Mirna.
“Ya sudah, kalo dia kesini, ndak apa-apa. Bilang aja aku lagi nemenin kalian. Apa susahnya sih?”

Tidak lama kemudian Rere datang. Dia adalah wanita cantik berusia sekitar 25 tahun, dengan ukuran dada sekitar 34B (hampir sama dengan kakaknya), kulit putih bersih dan hidung yang bangir. Malam itu dia mengenakan ‘Tank Top’ warna biru ditutup dengan Cardigan hitam dan celana Capri (ketat, sedengkul) warna putih.
“Malam Mbak, Eh.., ada siapa nih..?” kata Rere.
“Ini Mas Vito, tetanggaku. Dia datang kesini mau nemuin Mas Andre, tapi nggak ketemu.” Mirna menjawab.
“O iya, kenalin Mas, ini adikku, Rere. Re, ini namanya Mas Vito.”
“Rere,” katanya sambil bersalaman dengan saya.
“Vito,” jawab saya.
“Kamu kenapa kesini..?” kata Mirna, “Tumben-tumbenan, mana malem-malem lagi. Kamu nggak takut apa? Daerah sini rawan pemerkosaan lho..!”
Si Rere menjawab sambil melepas Cardigan-nya dan memamerkan keindahan buah dadanya, yang dapat membuat laki-laki sesak nafas itu, katanya, “Ngapain takut, kalo diperkosa malah seneng. Aku sudah hampir 5 bulan lho Mbak, nggak ‘gituan’..!”
“Kamu ini kalo ngomong sembarangan,” kata Mirna sambil melirikku, “Kasian Mas Vito tuh, lagi tanggung, nanti dia ngocok disini lagi.”
“Tanggung..? Emangnya kalian lagi ngapain..? Wah, macem-macem nih kayaknya..!” tanya Rere penasaran.
Si Mirna menjawab, “Kenapa emangnya..? Mau ikut nimbrung..? Suntikannya Mas Vito besar lho..!” Saya dari tadi hanya diam dan tersenyum mendengar ‘adik’ saya dibicarakan dua wanita cantik.
Lalu saya angkat bicara, “Kamu ini ngomong apa sih Mir..? Emangnya kamu sudah pernah liat burungku apa..?” kata saya menggoda.
“Iya nih, Mbak Mirna. Emang udah pernah liat..?” kata Rere.
“Wah, jangan macam-macam deh Mas, mendingan kita lanjutin pertandingan tadi. Kamu mau ikutan nggak Re..?” ajak Mirna sambil kembali melepas dasternya dan melucuti celana pendek saya.
Melihat hal ini, Rere memekik pelan, “Wah, itu kontol..? Gede banget, boleh nyobain ya Mas..?”
“Ya sudah, kamu hisap-hisap ya Re..!” kata saya, “Nah, Mir kesinikan memekmu biar kujilatin..!”
Lalu kami bertiga bermain dengan riang gembira. Saya duduk di sofa, sementara Rere jongkok dan sibuk dengan batang kemaluan saya. Mirna berdiri menghadap saya sambil mengarahkan kepala saya ke liang vaginanya dan menjilatinya sampai kelojotan.
Saya tidak sadar waktu Mirna agak bergeser, ternyata Rere sudah tidak mengenakan apa-apa lagi, polos, telanjang bulat dan berusaha menjepit penis saya dengan kedua buah dadanya yang ternyata memang besar dan membuat gerakan naik turun.
“Ya, terus Re, enak banget..!” kata saya, sementara Mirna sudah duduk di sebelah kiri saya sambil mengulum bibir saya.
“Mas Vito, aku mau masukin ke memek ya..!” pinta Rere penuh harap.
Ketika melihat dan mengamati kemaluan Rere, saya agak kaget. Selain botak, vagina Rere juga masih terlihat sempit. Dalam hati saya berpikir, ini kakak beradik punya kemaluan kok ya sama.
Lalu Rere membelakangi saya dan memasukkan batang kemaluan saya ke dalam vaginanya yang sempit itu dengan perlahan-lahan. Mirna yang juga sedikit terengah-engah memasukkan jari saya ke dalam liang kemaluan nya yang mulai basah.
Rere benar-benar memperlakukan batang kemaluan saya dengan baik. Gerakan maju mundurnya sangat hebat dan terkadang dikombinasi dengan gerakan berputar. Menyikapi hal ini, saya lalu mengangkat badan Rere dan saya balikkan, hingga kami beradu pandang, dengan posisi kemaluan saya tetap di dalam vaginanya yang keset-keset basah.
Rere ternyata sangat ahli dengan posisi duduk, dia terus naik turun berusaha mengimbangi hujaman-hujaman kemaluan saya yang makin lama makin dalam menembus pertahanan liang vaginanya.
Setelah hampir 10 menit, Rere berkata, “Mas aku keluar..!”
Tapi herannya dia masih saja menggoyang pantatnya. Sementara itu, Mirna ada di belakang Rere sambil memeluk dan meremas buah dada Rere. 3 menit kemudian, giliran saya yang bilang,
“Re, aku mau keluar nih, di dalam apa di luar..?”
“Di luar saja Mas, aku mau minum pejunya,” jawab Rere semangat.
“Re, cepat lepas..!” kata saya sambil mengocok batang kemaluan saya dengan cepat dan mengarahkannya ke mulut Rere yang sekarang sudah jongkok di bawah saya.
Ternyata benar, mulut Rere tidak hanya menampung sperma saya yang banyak, tapi juga benar-benar berkumur dan menelannya. Melihat hal itu, Mirna yang vaginanya tidak aktif, langsung mendekati batang kemaluan saya dan mengulumnya lagi.
Saya yang sudah banjir keringat langsung berkata kepada Mirna, “Mir, yang bersih ya, saya istirahat dulu sebentar.” Sambil Mirna terus disibukkan dengan pekerjaannya, saya menyuruh Rere mendekat dan langsung mengulum bibirnya yang tipis dan beraroma sperma.
Tidak lama kemudian, batang kemaluan saya mulai menegang lagi. Mengetahui perbuatannya berhasil, Mirna dengan tindakan super cepat menarik saya ke lantai dan menyuruh saya telentang. Mirna dengan cepat juga langsung menduduki kemaluan saya dan menjepitnya dengan kemaluan nya. Dengan posisi seperti itu, tangan saya diberi kesempatan untuk meremas payudara Mirna dan memainkan putingnya yang agak kecoklatan.
Setelah hampir 10 menit mengerjai batang kemaluan saya, gerakan Mirna mulai agak mengendur. Saya tahu, dia sudah orgasme. Melihat hal ini, saya membalikkan badan Mirna, dan sekarang dia yang telentang. Kedua kaki Mirna yang putih itu saya buka lebar-lebar sambil menusuk vaginanya dengan gerakan yang amat cepat dan teratur. Erangan dan desahan Mirna sudah tidak saya dengarkan sama sekali.
Sekitar 3 menit kemudian, saya sudah tidak dapat menahankannya lagi. Dengan posisi kemaluan masih di dalam vagina Mirna, saya menyemprotkan cairan sperma saya untuk yang kedua kalinya malam ini.
Liang senggama Mirna yang saya perhatikan beberapa hari ini sudah agak melebar, tidak kuat menampung cairan sperma saya yang kental dan banyak. Melihat hal itu, Rere langsung menjilati vagina kakaknya berusaha mendapatkan air mani lagi sambil tangannya mengocok kemaluan saya.
Vina yang sudah tidur rupanya terbangun karena berisik.
“Mami, aku nggak bisa tidur, itu ada siapa..?”
“Eh Vina, ini Tante Rere. Kok kamu nggak tidur..?” tanya Rere sambil menyuruh Vina mendekat.
“Nggak bisa tidur Tante. Mami kenapa..? Kok kakinya terbuka, Mami sakit lagi ya..?” tanya Vina polos.
“Mami nggak sakit. Justru Mami malah sehat, kan Mami habis Om suntik, nanti sebentar lagi juga bangun.” jelas saya.
“Kok Tante Rere telanjang juga? Habis disuntik juga ya sama Om Vito?”
“Iya, soalnya Tante lagi sakit memeknya jadi disuntik.” kata Rere sambil mengelus vaginanya sendiri.
“Memek apa sih Tan..?” tanya Vina.
Sambil membersihkan kemaluan Mirna, saya berkata ke Vina, “Ini yang namanya memek Vin. Ini gunanya buat masukin jarum suntiknya Om Vito.”
“Vina juga punya Om.” kata Vina sambil menyingkap rok tidurnya.
“Iya, tapi punya Vina belom boleh disuntik. Nanti kalo sudah besar, boleh deh..!” kata Rere sambil tersenyum.
Selama seminggu Rere menginap di rumah Mirna, kami bertiga hampir tiap malam mengadakan acara begituan bersama. Vina yang selalu melihat aksi kami selalu tertawa kalau saya menyemprotkan sperma ke mulut mami dan tantenya.
“Ha.., ha., ha.., Mami sama Tante Rere dipipisi Om Vito.” katanya lucu.
Pernah sekali waktu, ketika istri saya sedang pergi, Rere main ke rumah dan minta disenggamai di lubang pantat. Karena menarik, saya lakukan saja dan ternyata itu enak sekali, seperti menjebol kemaluan perawan.
Sekali waktu, pernah juga salah seorang teman kantor saya main ke rumah ketika dua kakak beradik itu kebetulan sedang ada di rumah saya. Karena tertarik dengan Mirna, teman saya itu mengajak Mirna main di atas meja makan saya.
Saya dan Rere hanya diam dan tertawa melihat teman saya menghajar kemaluan Mirna sampai Mirna mengalami multi orgasme.

0 komentar:

berita malam,

Terbaru !!! Daftar Tarif dan Foto Artis Model Prostitusi Online Tahun 2016 !!!!


Terungkap setelah kepolisian berhasil menangkap seorang Germo berinisial “RA”., khalayak dihebohkan dengan pemberitaan dari media massa baik cetak maupun elektronik soal praktek prostitusi yang melibatkan artis-artis tanah air. Artis Model Prostitusi Online
Dari pengakuan sang Mucikari, sejumlah model dan artis ternama masuk dalam jaringan anak asuhnya. Bisnis syahwat yang dijalankannya terbilang bisnis kelas wahid. Bagimana tidak, untuk bisa menikmati kemolekaan tubuh artis-artis tersebut harus merogoh kocek dalam-dalam. PArtis Model Prostitusi Online
Tidak tanggung-tanggung, tarif sekali kencan berkisar antara 20 juta – 200 juta. Berikut hasil penelusuran terkait inisial artis dan model berdasarkan pembicaraan di sosial media. Artis Model Prostitusi Online

TB = 200 Juta
Tamara Blenzinsky?

Tamara Blenszinsky disinyalir adalah orang di balik inisial TB. Artis berdarah Polandia ini memang sering terlihat begitu memesona dan menggoda di balik balutan bikini. Ketika dunia selebriti tengah bergejolak dengan berbagai isu seputar artis-artis yang diduga terlibat jaringan prostitusi, Tamara pun disebut-sebut masuk dalam daftar selebriti model ini

JD = 150 Juta
Jennifer Dunn ?


Jennifer Dunn juga diduga sebagai artis yang bertarif mahal. Dalam beberapa kasusnya, ia terlibat dengan Tubagus Chaeri Wardhana (TCW), adik Gubernur Banten Ratu Atut, yang disinyalir menerima hadiah mobil dari suami walikota Tangerang Selatan tersebut. Apakah benar artis yang berinisial JD adalah Junnifer Dunn?

BB = 70 Juta
Baby margaretha ?


Inisial artis BB yang beredar di media sosial semakin menguat dugaan adalah Baby Margaretha. Rendi Adrian, Manager dari Baby Margaretha menyatakan lantaran nomor telpon miliknya ada di akun twitter Baby, jadi banyak yang sms maupun telpon untuk booking. Menurutnya, tawaran sms atau telepon yang masuk paling tinggi untuk Baby yakni Rp 550 juta sedangkan terendah Rp 80 juta.

RF = 60 Juta
Ratu Felisha ?



Artis yang naik daun di paruh tahun 2000-an ini, memang terkenal seksi, manis, dan hot. Dia sering tampil mempesona dan menggoda di depan layar tv anda. Seakan-akan sudah terimage dengan balutan seksinya, banyak yang menyebutnya sebagai artis murahan. Apakah benar demikian Ratu Felisha adalah salah satu artis yang sering dipesan melalui online?

RF = 60 Juta
Roro Fitria ?


Suka pamer kekayaan, membuat publik gerah dan bertanya, apa sebenarnya yang menjadi ladang penghasilan artis Roro Fitria ini. Terlebih, ketika inisial serta namanya masuk ke dalam daftar artis yang bisa “disewa” dengan banderol tertentu untuk melayani pria hidung belang. Apakah benar inisial artis RF yang tersebar luas di media sosial adalah Roro Fitria?. Terkait dengan pemberitaan tersebut Roro sempat membantahnya.

KA = 55 Juta
Kiki Amalia ?


Apakah benar artis berinisial KA adalah Kiki Amalia?, belum ada jawaban pasti dari orang yang disangkakan. Artis yang belakangan ini mengemari profesi Disc Jockey (DJ), sering mengatakan bahwa profesinya sebagai DJ lebih banyak duitnya ketimbang jadi artis. Setelah bercerai dari atlet sepak bola, Markus, Kiki kian tenggelam dari panggung hiburan. Wajah sensual dan bertubuh ramping ini, mulai menggeluti dunia Disc Jockey.

SB = 55 Juta
Shinta Bachir ?


Awalnya, Shinta Bachir seperti tak begitu peduli dengan terpajangnya foto bersama ini di akun instagram@obieabbas. Namun pemilik akun @Salsabilapajria menginformasikannya. Liat nih komenannya @shintabachir86

Shinta pun menjawab, kalau foto itu diambil saat pesta ulang tahunnya, 2014 lalu. Obbie memang memajang keterangan foto @shinta bahir bday. Pemain film Suster Keramas ini pun mengaku tak mengenal siapa Obbie

PUA = 45 Juta ?
Putri Una Astari



Putri Una Astari atau yang lebih dikenal sekarang sebagai DJ Una adalah seorang model dan pemain FTV serta film layar lebar, artis muda ini memang suka berpose seksi, bahkan wajahnya sering nongol di berbagai majalah lelaki dewasa. Apakah benar PUA yang dimaksud adalah Putri Una Astari?

NM = 40 Juta
Nikita Mirzani


Artis yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi namanya, karena sering berperilaku kontroversial dan berpose panas di dunia maya. Tapi benarkah NM yang dimaksud adalah Nikita Mirzani? apa tidak salah jika harga booking per jamnya cuma 40 juta?

BS = 30 Juta
Bella Sofhie ?



Inisial BS tercantum dalam daftar tersebut. Ditanya tentang hal ini, Bella menolak berkomentar. “No comment,” katanya. Tata Liem, Manajer Bella Shofie, mengatakan kliennya tidak akan melakukan pekerjaan seperti itu. “Kami cuma terima pekerjaan soal seni, seperti film atau model,” kata Tata.

AA = 25 Juta
Amel Alvi ?



Inisial AA yang ada di list PSK diduga kuat adalah Amel Alvi. Hal ini didasarkan dengan foto-foto yang beredar luas di internet kemudian dicocokkan dengan foto waktu dia digelandang di kantor polisi.

SB = 55 Juta
Siti Badriah



Artis PSK dengan Inisial SB diduga kuat juga adalah penyanyi dangdut Siti Badriah. Meskipun sempat membantah, penyanyi yang biasa disapa Sibad itu mengaku tawaran nakal itu pernah datang saat dirinya menggelar konser di beberapa daerah. Sibad bahkan blak-blakan mengatakan bahwa tawaran tertinggi yang dia dapatkan adalah Rp 100 juta. Bahkan Sibad tidak malu-malu mengakui bahwa dirinya pada awalnya sempat tergiur dengan tawaran sebesar itu.

1 komentar: